Langit yang Tak Pernah Padam

Langit yang Tak Pernah Padam

oleh Adit

Yang menarik: Di desa yang sedang dilanda wabah layu akar, Naru menemukan satu-satunya harapan dalam pola aneh pada cangkang Kura-kura Langit suci—sebuah kode kuno untuk menumbuhkan tanaman di tanah mati. Namun, Dewan Totem, aliansi roh-hewan penguasa,…

📚 Fantasi✅ Selesai📖 10 bab
Kedaulatan PanganTradisi vs InovasiPahlawan yang EngganRoh HewanMistik

932

bacaan manusia

0

suka

0

komentar

0

disimpan

Sinopsis

Di desa yang sedang dilanda wabah layu akar, Naru menemukan satu-satunya harapan dalam pola aneh pada cangkang Kura-kura Langit suci—sebuah kode kuno untuk menumbuhkan tanaman di tanah mati. Namun, Dewan Totem, aliansi roh-hewan penguasa, memandang penemuan ini bukan sebagai anugerah, melainkan alat kendali untuk menguasai kerajaan manusia. Naru kini dihadapkan pada dilema berat: menyerahkan kodenya pada para birokrat roh yang dingin, atau membagikannya ke kampung-kampung miskin dengan risiko memicu perang melawan langit. Sebuah kisah fantasi yang menggetahkan tentang keberanian mempertanyakan otoritas demi kemaslahatan bersama.

Tamat · 10 bab siap

Kenapa bisa bikin betah

Premis kuat, janji emosi jelas, dan cukup bab untuk membuat “satu lagi” berbahaya.

Ramai dibaca

932 ramai dibaca

Suara pembaca

Suka, simpan, dan komentar membantu cerita kuat lebih mudah ditemukan.

Cicipan awal

Dingin. Air danau pagi ini tidak sekadar menyegarkan, melainkan menggigilkan tulang, menusuk hingga ke sumsum seperti ribuan jarum es yang halus dan tak terlihat. Naru berdiri setengah tenggelam di pinggir kolam suci, celana pendek compang-campingnya basah kuyup berat, menyerap bobot seluruh duka yang seolah tersimpan di dasar perairan ini. Jari-jarinya merayap kasar di permukaan cangkang batu raksasa itu,…
Coba bab pertama

Rak penulis

Adit

Ikuti suara di balik cerita dan temukan dunia lain dari kreator yang sama.

Bangun daftar bacaan

Simpan cerita sebelum bab berikutnya mencuri malammu.

Kalau halaman pertama menangkapmu, biarkan cerita ini terbuka.

Bab (10)

Komentar

Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.masuk

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pemikiran Anda!